151 orang, tewas di pesta Halloween di Seoul, Korea Selatan
Uncategorized

151 orang, tewas di pesta Halloween di Seoul, Korea Selatan

Perayaan Halloween yang meriah di Seoul, Korea Selatan berakhir dengan tragedi Sabtu malam, 29 Oktober ini. Sebagian besar korbannya adalah remaja, dan berusia 20-an.

Diperkirakan 151 orang, termasuk 19 orang asing, tewas dalam kerumunan massa di Distrik Itaewon, menurut kepala Stasiun Pemadam Kebakaran Yongsan Choi Sung-beom.

Choi menambahkan bahwa lebih dari 80 orang terluka, sementara 19 di antaranya dalam kondisi kritis dan saat ini dirawat di rumah sakit.

Dikhawatirkan juga jumlah korban tewas akan bertambah, katanya.

“Sejumlah orang jatuh selama festival Halloween, dan kami memiliki banyak korban. Banyak dari mereka yang terbunuh berada di dekat klub malam,” sabi ni Choi.

Menurut pihak berwenang, kejadian bermula ketika banyak orang berkerumun di sebuah gang saat mereka sedang merayakan Halloween.

Namun, sebelum aksi massa terjadi, beberapa saksi mengatakan bahwa orang-orang sudah melakukan kerusuhan. Mereka juga menyebutkan bahwa 10x lebih banyak orang berbondong-bondong ke Distrik Itaewon.

Ini adalah acara Halloween pertama di Itaewon dalam tiga tahun di mana pembatasan COVID-19 telah dilonggarkan.

Sementara itu, pihak berwenang harus membangun kamar mayat sementara di sekitarnya untuk menempatkan mayat almarhum.

Jenazah para korban langsung dibawa ke fasilitas pemerintah untuk ditentukan identitasnya.

Penyelidikan atas penyebab insiden itu masih berlangsung.

Sementara itu, Presiden Korea Selatan Yoon Suk Yeol mengumumkan masa berkabung nasional pada hari Minggu ini.

Yoon juga menyampaikan belasungkawa kepada para korban.

“Ini benar-benar tragis. Sebuah tragedi dan bencana yang seharusnya tidak terjadi terjadi di jantung kota Seoul tadi malam,” aniya sa isang pahayag.

Sementara itu, Departemen Tenaga Kerja Migran mengatakan bahwa tidak ada Pekerja Filipina di luar negeri (OFW) yang dilaporkan terluka dalam insiden tersebut.

“[P]er atase tenaga kerja kami, tidak ada laporan OFW yang terluka saat ini tetapi mereka masih memantau situasinya,” saad ni Sekretaris Buruh Migran Susan Ople sa GMA News Online.

Menurut Departemen Luar Negeri (DFA), mereka belum menerima laporan korban warga Filipina dalam kerumunan massa.

“Kedutaan sedang memantau situasi dengan cermat dan berkoordinasi dengan pihak berwenang setempat jika ada warga negara Filipina yang terkena dampak,” kata DFA.

“Kedutaan terus mengingatkan semua warga Filipina di Korea untuk mengamati tindakan pencegahan selama acara besar,” tambahnya. —LBG, Berita GMA

Posted By : togel hongkonģ