2 perhiasan, dirampok di Manila;  salah satu korban, ternyata adalah kaki tangan
  Ulat Filipino

2 perhiasan, dirampok di Manila; salah satu korban, ternyata adalah kaki tangan

Dua wanita dirampok perhiasan senilai P2 juta setelah mereka diserang oleh pencuri di Manila. Namun ternyata ini hanya modus operandi “perampokan saya” karena salah satu korban adalah kaki tangan tersangka.

Dalam laporan Vonne Aquino pada 24 Oras Weekend Sabtu ini, rekaman CCTV menunjukkan wanita berbaju merah, Frances Salazar, dan wanita berbaju merah muda, Roselinda Samarita, berjalan di Brgy. 227, Zona 21, pada hari Rabu.

Beberapa saat kemudian, dua orang pria mendekat dan dengan paksa mengambil tas Samarita, yang merupakan pegawai toko perhiasan itu.

Saat tas diambil darinya, Samarita mengejar tersangka.

Dalam bidikan lain, Salazar juga terlihat sedang diangkat. Namun, dapat dicatat bahwa Salazar tidak melawan atau menyerah.

“Sepertinya sudah direncanakan karena ketika perempuan itu datang, mereka (tersangka) langsung menemui mereka. Mereka tahu betul siapa yang akan mereka serang,” kata Wilfredo Santos, mantan Bgy Brgy. 227, Zona 21.

“Saat kami lihat di CCTV, sepertinya ada sesuatu yang terjadi karena ketika mereka (tersangka) keluar, mereka (korban) langsung dipukul. Seperti ada yang berkata, ‘Ini akan keluar,'” kata Mayor Polisi Johnny Boy Itcay, Komandan MPD Tayuman PCP.

Investigasi mengungkapkan bahwa kedua wanita itu dijadwalkan untuk mengirimkan perhiasan di Kota Pasay.

Perhiasan itu ada di tas Salazar, sedangkan tas Samarita berisi barang-barang pribadi.

Saat penyelidikan berlanjut, ternyata yang terjadi adalah modus operandi “tahan saya”.

Istri Salazar, Tonyme Salazar, pergi ke kantor polisi dan membawa beberapa perhiasan yang diduga dicuri dari mereka.

“Itu baru saja dikirim kepada saya, mereka meminta saudara ipar saya mengambilnya,” kata Tonyme.

Alasan Tonyme tidak berhasil untuk Samarita karena Samarita sepertinya mengenali Tonyme.

“Saat dikejar (Samarita), dia pakai celana pendek putih, pria itu, dia melihat tato salib besar di kaki kanannya. Dia pengemudinya. Saat pria itu di sini, dia memeriksa apakah dia punya tato. , itu positif dengan tato,” kata Itcay,

Salazar kemudian mengakui bahwa dia merencanakan perampokan itu, tetapi menyangkal bahwa istrinya mengambil tas itu.

“Saya hanya terlalu stres, saya berhutang P3 juta. Saya meminta maaf, jika dia bisa memaafkan saya, atas apa yang telah saya lakukan. Saya minta maaf atas apa yang telah saya lakukan,” kata Salazar.

Tersangka lain yang diidentifikasi sebagai Dondon Rabandaban, yang terlihat di CCTV mengendarai mobil sebelum menuju ke TKP.

Polisi menetapkan bahwa mobil itu milik istri Rabandan.

Perhiasan curian senilai lebih dari P978.000 ditemukan.

Upaya sedang dilakukan untuk memulihkan perhiasan curian lainnya senilai lebih dari P800.000.

Suami istri Frances dan Tonyme Salazar menghadapi tuduhan perampokan sementara polisi terus mencari Rabandaban dan istrinya. —LBG, Berita GMA

Posted By : togel hongkonģ