Bayi disimpan dalam kotak styro di tengah banjir Maguindanao
Uncategorized

Bayi disimpan dalam kotak styro di tengah banjir Maguindanao

Tim penyelamat menerjang banjir setinggi atap untuk menyelamatkan penduduk yang terperangkap di rumah mereka saat hujan lebat yang dibawa oleh Badai Tropis Paeng menerjang provinsi Maguindanao, Cotabato dan Sultan Kudarat di Mindanao, menurut laporan di “24 Oras.”

Di kota Parang, Maguindanao, seorang bayi ditempatkan di kotak stryo dan satu lagi di kotak wadah plastik agar tetap kering saat diselamatkan.

Beberapa warga lanjut usia di kota Upi dibawa ke perahu karet karena rumah mereka terendam air yang mengamuk.

Tim penyelamat yang pergi dari rumah ke rumah menghadapi hujan dan pohon tumbang yang menghalangi jalan mereka.

Sebuah gimnasium menjadi seperti kolam renang karena hujan yang tak henti-hentinya. Orang-orang berkumpul untuk sebuah acara untuk menghormati masyarakat adat memanjat galeri untuk menghindari basah.

Tanah longsor di Barangay Romangaob sementara memblokir jalan dengan lumpur sampai dibersihkan di kemudian hari.

Di kota Datu Odin Sinsuat, sebuah jembatan rusak akibat hujan deras, yang juga menaikkan air hingga setinggi atap rumah.

Tiga puluh satu orang dilaporkan tewas di Maguindanao menyusul banjir dan tanah longsor yang disebabkan oleh Paeng, kata seorang pejabat Daerah Otonomi Bangsamoro di Muslim Mindanao (BARMM), Jumat.

Menteri Dalam Negeri dan Pemerintah Daerah BARMM Naguib Sinarimbo mengatakan 16 dari kematian dilaporkan di kota Datu Odin Sinsuat, 10 di Datu Blah T. Sinsuat, dan lima di Upi pada pukul 3 sore.

“Kami punya permintaan, pesawat C130 mereka mungkin bisa membawa mesin penjernih air agar bisa kami pasang di sini. Saya yakin air minum akan menjadi masalah dalam beberapa jam mendatang,” katanya.

Di Pigkawayan, Cotabato, walikota Totoy Agustin menggunakan media sosial untuk menyuarakan permohonan bantuannya.

“Kami panggil, mungkin ada perahu karet di sana atau perahu,” katanya saat melakukan misi penyelamatan bersama timnya.

Di kota Kalamansig, Sultan Kudarat, warga terlihat menyeberangi air yang mengamuk sambil mencengkeram tali untuk sampai ke tempat yang lebih tinggi. Anak-anak dibawa oleh orang tua mereka ke seluruh persimpangan.

Beberapa penduduk seperti Maribel Oroc meratapi kehilangan hewan dan harta benda mereka karena banjir.

Pejabat lokal yang berjaga di pusat evakuasi meminta bantuan seperti makanan, alas tidur, dan susu untuk bayi.—LDF, Berita GMA


Posted By : totobet