Beberapa OFW di Makau, situasinya sulit karena pembatasan COVID-19
  Ulat Filipino

Beberapa OFW di Makau, situasinya sulit karena pembatasan COVID-19

Beberapa pekerja Filipina di luar negeri (OFW) di Makau meminta bantuan karena pendapatan mereka terpengaruh karena pembatasan COVID-19. Beberapa di antaranya, konon tak ada lagi makanan yang bisa dibeli.

Dalam laporan Saleema Refran di GMA News “24 Oras” Selasa ini, sebuah video ditampilkan saat orang-orang melakukan kerusuhan saat mengambil bantuan makanan yang disediakan oleh sebuah restoran.

Menurut pengunggah video, banyak dari mereka yang berjuang untuk mendapatkan bantuan adalah OFW.

Departemen Pekerja Migran (DMW) mengatakan bahwa sekitar 5.000 dari 26.000 OFW di Makau terpengaruh oleh pembatasan baru di sana.

Sebagian besar yang terkena dampak adalah mereka yang bekerja di sektor komersial dan industri yang operasinya terhenti karena peningkatan jumlah kasus COVID-19.

Hanya mereka yang berada di bisnis makanan, bahan makanan, dan layanan penting yang diizinkan untuk beroperasi.

“Karena mereka tidak menginap, jadi kalau tidak bisa melapor, mereka tidak membayar,” kata juru bicara DMW Toby Nebrida.

Di antara OFW yang terkena dampak adalah Ariel Camua, yang telah bekerja sebagai pencuci piring di kasino selama 13 tahun.

“Ini benar-benar sulit. Anda akan benar-benar kehabisan dana atau tabungan karena Anda tidak akan mendapat gaji selama satu bulan. Anda perlu membeli makanan, kebutuhan sehari-hari,” jelas Camua.

Barista, Ian Escano, masih mencari nafkah tetapi dia meminta bantuan untuk OFW lainnya.

“Warga Filipina di sini tidak tahu di mana mendapatkan kebutuhan sehari-hari sampai pembatasan ini berhenti di sini. Saya bahkan tidak tahu harus bayar tagihannya ke mana, sewa di sini, dan tentunya apa yang kita kirim,” katanya.

OFW yang cukup beruntung untuk tidak terlalu terpengaruh oleh pembatasan, melakukan yang terbaik untuk membantu rekan senegaranya di sana.

“Banyak yang mau membantu dan saya berharap semakin banyak rekan-rekan kita yang bisa membantu rekan-rekan kita bahkan di Filipina. Mari kita bantu dengan cara apa pun agar penderitaan OFW lain di sini bisa berkurang. , ” kata Rachel Luna Peralta.

Dikatakan bahwa DMW telah mulai memberikan bantuan keuangan berupa voucher 50 dolar untuk membeli apa yang mereka butuhkan. 200 dolar satu kali bantuan diberikan kepada mereka yang terkena dampak COVID-19.

“Kantor pekerja luar negeri Filipina kami bekerja sama secara erat sehingga kami dapat membantu. Kami mengidentifikasinya dan kami akan mendapatkan dukungan dan bantuan segera setelah kami dapat memberikan tantangan. Sejauh yang saya tahu, suspensi telah dicabut sedikit. Jadi secara bertahap, normal kembali,” kata Nebrida.–FRJ, Berita GMA

Posted By : togel hongkonģ