Belum ada vaksin cacar monyet yang disetujui FDA Berita GMA Online
Nation

Belum ada vaksin cacar monyet yang disetujui FDA Berita GMA Online

Sekretaris Kesehatan Francisco Duque III pada hari Sabtu mengatakan belum ada vaksin untuk cacar monyet yang telah disetujui atau disahkan oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan Filipina (FDA).

Namun, Duque mengatakan Departemen Kesehatan (DOH) sekarang sedang berdiskusi dengan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) di mana negara tersebut dapat memperoleh antivirus cacar monyet jika terjadi wabah di negara tersebut.

“Kami belum memiliki persetujuan FDA, kami belum memiliki otorisasi penggunaan darurat. Itu adalah dasar hukum untuk memperkenalkan antivirus terhadap cacar monyet, ”kata kepala Kesehatan dalam sebuah wawancara di Dobol B TV.

[There is no FDA approval or emergency use authorization yet. Those are the legal requirements to import antivirals against monkeypox.]

Pada hari Jumat, DOH, mengutip WEHO, mengatakan bahwa vaksin cacar monyet belum tersedia secara luas.

“DOH sedang menjajaki semua kemungkinan sumber yang tersedia dan metode hukum yang tepat untuk pengadaan vaksin Monkeypox,” kata departemen Kesehatan.

“Saat ini, DOH sedang mempersiapkan rantai pasokan dan layanan logistik. Ada diskusi internal yang sedang berlangsung, berdasarkan bukti ilmiah, untuk kemungkinan perolehan antivirus jika terjadi wabah atau kasus yang parah, ”tambahnya.

Duque, selama wawancara radio, mengatakan bahwa dia telah menugaskan Divisi Farmasi DOH untuk bekerja sama dengan Lembaga Penelitian untuk Pengobatan Tropis dan FDA untuk mencari kemungkinan sumber vaksin cacar monyet yang tersedia.

Kepala Kesehatan mengutip kemungkinan menggunakan vaksin Imvamune atau Imvanex, yang telah dilisensikan di Amerika Serikat untuk mencegah cacar monyet atau cacar.

Duque juga mengatakan bahwa vaksin cacar dapat melindungi dari cacar monyet karena “perlindungan silang.”

Dia mengatakan sebelumnya bahwa tidak perlu untuk menutup perbatasan negara.

Filipina, bagaimanapun, telah meningkatkan pengawasan dan kontrol perbatasan untuk mencegah masuknya penyakit tersebut.

“Ada banyak cara untuk menghindarinya [There are many ways to prevent it]: kontrol perbatasan yang ketat, penyaringan gejala yang ketat, standar kesehatan masyarakat minimum, ”kata Duque.

Dapat mempengaruhi yang lebih muda

Organisasi Kesehatan Dunia pada hari Kamis mengatakan kasus cacar monyet yang parah, virus yang ditularkan dari hewan ke manusia, dapat mempengaruhi kelompok usia yang lebih muda daripada yang lain.

“Kasus yang parah lebih sering terjadi pada anak-anak dan terkait dengan tingkat paparan virus, status kesehatan pasien, dan sifat komplikasi. Defisiensi imun yang mendasari dapat menyebabkan hasil yang lebih buruk, ”kata WHO.

Berbagai negara di Eropa, serta Kanada, AS, dan Inggris telah melaporkan kasus cacar monyet, virus yang bermanifestasi, antara lain, sebagai lesi pada kulit yang tidak berbeda dengan cacar air.

Dr Marissa Alejandria dari DOH Technical Advisory Group pada Selasa mengatakan monkeypox adalah penyakit zoonosis virus yang endemik atau didapat secara lokal di Afrika.

Pada Rabu Unang Balita, dokter spesialis penyakit menular dr Edsel Salvana menjelaskan, berbeda dengan namanya, cacar monyet bukan berasal dari kera. Itu berasal dari hewan pengerat dan diteruskan ke manusia dan primata lainnya, katanya.

Individu dapat tertular cacar monyet melalui kontak dengan hewan yang terinfeksi, produk hewan yang terkontaminasi, orang yang terinfeksi, dan penularan dari ibu ke janin.

Secara khusus, Alejandria mengatakan monkeypox dapat diperoleh melalui kontak tanpa pelindung dengan tetesan pernapasan, bahan lesi, cairan tubuh, dan bahan serta permukaan yang terkontaminasi.

Virus dapat masuk ke saluran pernapasan, mata dan mulut, serta kulit yang rusak.

Individu yang terinfeksi cacar monyet akan menderita demam satu hingga tiga hari sebelum mereka mengalami ruam, menurut Alejandria.

Untuk cacar monyet, lesi sering muncul sama selama periode infeksi sementara ada sedikit perbedaan untuk cacar air.

Bangsal isolasi

Di pihak rumah sakit swasta, presiden Asosiasi Rumah Sakit Swasta Filipina Dr. Rene Jose de Grano pada hari Sabtu mengatakan mereka sudah mempersiapkan bangsal isolasi mereka dan akan melakukan perawatan suportif jika kasus cacar monyet muncul di negara itu.

“Yang akan kita lakukan adalah mengisolasi pasien, yang biasanya kita lakukan. Kita punya bangsal isolasi,” ujarnya saat memberikan pengarahan kepada publik di Laging Handa.

“Karena ini kasus yang bisa dilaporkan, ini kasus baru di dalam negeri, kami akan segera melaporkannya ke DOH untuk menentukan tindakan kami selanjutnya. Ini penyakit virus, kami akan melakukan pengobatan suportif untuk pasien karena belum ada vaksin untuk penyakit ini. hal-hal ini,” tambah de Grano. —Dengan laporan dari Jamil Santos/KG, GMA News


Posted By : data pengeluaran hk