Gadis, permintaan untuk mengoperasi benjolan yang tumbuh di mulutnya
  Ulat Filipino

Gadis, permintaan untuk mengoperasi benjolan yang tumbuh di mulutnya

Pada usia dini, seorang gadis muda mengembangkan benjolan di mulutnya. Hal ini menyebabkan dia menjadi sasaran godaan. Jadi permintaannya pada ulang tahunnya yang ke-18, adalah agar dia dioperasi.

Dalam cerita “Brigada” karya Mav Gonzales, Tiktoker Daniela Ancia Gamboa yang berusia 17 tahun menceritakan, bahwa benjolan bawaan di mulutnya tumbuh seiring bertambahnya usia.

Karena itu, Daniela diejek saat masuk sekolah.

“Kamu tidak akan benar-benar bolos sekolah, orang-orang akan mengubahmu. Mereka akan menilaimu untuk pertama kalinya, mereka akan menilaimu, mereka akan menggertakmu. Ketika aku pergi ke sekolah menengah, aku kehilangan keinginan untuk masuk. , “Teman sekelas saya pengganggu di sini, pengganggu di sana. Saya tidak masuk selama sekitar seminggu,” katanya.

“Saya bisa merasakan dia kesakitan setiap pagi. Ketika saya bangun, saya akan benar-benar menangis karena rasa sakit dan penderitaannya,” tambah Daniela.

Saat diperiksa pada 2019, Daniela didiagnosis mengalami malformasi vena.

Menurut dr. Rodolfo Fernandez III, MD, FPSO-HNS, Malformasi Vena adalah suatu jenis kelainan vaskuler atau jenis kumpulan kelainan pembuluh darah khususnya vena.

Ini sering terlihat setelah kelahiran seseorang, yang disalahartikan sebagai tanda lahir sehingga hanya diremehkan.

Satu hingga dua dari setiap 20.000 orang mengalami malformasi vena.

saran dr. Fernandez, itu harus dihilangkan selama seseorang masih muda, karena itu juga tumbuh seiring bertambahnya usia mereka yang memilikinya.

Benjolan Daniela berukuran sekitar 10 inci, dan diperkirakan operasinya akan menelan biaya P200,000.

Itu menjadi cara Daniela memposting di media sosial tentang kondisinya sambil berharap seseorang dapat membantu operasinya.

“Aku sangat ingin dioperasi, aku benar-benar kesulitan dengan keadaanku sekarang,” kata gadis itu.

Namun di media sosial pun, Daniela tak bisa menghindar dari gertakan gara-gara ada benjolan di mulutnya.

“Bash seperti, ‘Apa itu, apakah kamu makan ubi jalar?’ ‘Kenapa kamu makan hati?’ Masih banyak lagi komentar owrse lalu saya tidak ikut campur, dan itu saja komentar bagus yang saya balas,” kata Daniela.

“Ada lebih banyak komentar positif seperti ‘Ya Tuhan, saya suka kepercayaan diri Anda,” tambahnya.

Seiring waktu, Daniela telah belajar untuk mengangkat dahinya untuk menunjukkan kondisinya, dan dia juga telah dibawa ke media sosial.

“Karena saya bukan tipe orang yang menindas, mengabaikan orang yang menindas saya, karena sekali saja mengabaikan mereka, mereka terbiasa, mereka sepertinya tidak takut. Ini yang Tuhan berikan agar saya bisa ‘tidak melakukan apa-apa.’Jika saya terus bertanya kepada Tuhan mengapa saya seperti ini, saya akan tetap berdosa kepada Tuhan,” kata Daniela, yang duduk di kelas 10 dan bercita-cita menjadi perawat.

Bagi yang ingin membantu Daniela, bisa berdonasi ke akun ini:

Genaphen Luzon
Gcash: 0948-627-6759

–FRJ, Berita GMA

Posted By : togel hongkonģ