Komisi pemuda meminta Marcos untuk membuat ROTC, CAT wajib Berita GMA Online
Nation

Komisi pemuda meminta Marcos untuk membuat ROTC, CAT wajib Berita GMA Online

Komisi Pemuda Nasional (NYC) pada hari Kamis mendesak Presiden “Bongbong” Marcos Jr. untuk mengeluarkan perintah eksekutif yang membuat program Korps Pelatihan Petugas Cadangan (ROTC) wajib bagi mahasiswa.

Ketua NYC Ronald Cardema juga meminta presiden untuk mewajibkan Citizens Army Training (CAT) di sekolah menengah dan program Pramuka/Pramuka untuk siswa sekolah dasar.

Dalam sebuah surat yang dikirim ke Malacañang tertanggal 20 Juli, Cardema menunjukkan bahwa ROTC, CAT, dan kepanduan merupakan prioritas pada masa Presiden Ferdinand Marcos Sr.

“Ini menciptakan rasa nasionalisme, disiplin, dan kesiapan di kalangan anak muda Filipina yang dapat dengan mudah dimanfaatkan oleh pemerintah untuk membantu negara pada saat dibutuhkan,” katanya.

Wakil Presiden dan Menteri Pendidikan Sara Duterte sebelumnya mengatakan dia berharap ROTC wajib akan dimasukkan dalam agenda legislatif prioritas pemerintah.

Selama masa kampanye, Duterte juga mengatakan dia akan mendorong wajib militer bagi warga Filipina berusia 18 tahun jika dia menang sebagai wakil presiden.

Program wajib ROTC dibatalkan pada tahun 2002 setelah pengesahan Republic Act 9163, sebuah undang-undang yang menetapkan Program Pelatihan Layanan Nasional (NSTP).

Undang-undang itu disahkan menyusul pembunuhan Maret 2001 terhadap mahasiswa Universitas Santo Tomas, Mark Wilson Chua, yang diduga dilakukan oleh para penangannya di ROTC setelah ia mengungkap korupsi dalam program pelatihan.

PH harus mengikuti negara lain

Sementara itu, Cardema mencatat bahwa Program Layanan Nasional Singapura menanamkan “disiplin dan profesionalisme” di kalangan anak mudanya dan membantu mengubah bangsa ini menjadi negara dunia pertama.

Dia menambahkan di Korea Selatan semua anak laki-laki termasuk bintang film dan putra taipan semuanya diminta untuk bertugas di garis depan selama dua tahun, yang “memberikan rasa bangga dan kesiapan militer.”

Cardema lebih lanjut menekankan bahwa Israel mampu menghentikan invasi dari negara-negara tetangga dengan bantuan pelatihan militer wajib yang diberikan kepada anak perempuan dan laki-laki.

“Populasi Filipina jauh lebih besar dari Singapura, Israel, dan Korea Selatan. Kami adalah negara kepulauan yang rawan bencana yang setiap tahun dihantam oleh angin topan, banjir, gempa bumi, bencana lainnya, dan pemberontakan komunis, ”katanya.

“Dengan itu, kita perlu mulai mengarahkan/melatih jutaan pemuda Filipina menuju kesiapsiagaan bencana, kewarganegaraan yang baik, bela negara dan memiliki nasionalisme yang kuat mulai sekarang,” tambahnya.—LDF, Berita GMA


Posted By : data pengeluaran hk