Penerima Manfaat Kadamay untuk membayar tingkat amortisasi yang meningkat untuk perumahan NHA di Pandi —Tiangco GMA News Online
Regions

Penerima Manfaat Kadamay untuk membayar tingkat amortisasi yang meningkat untuk perumahan NHA di Pandi —Tiangco GMA News Online

Anggota kelompok miskin perkotaan Kadamay yang diberikan unit rumah oleh Otoritas Perumahan Nasional (NHA) di Pandi, Bulacan harus membayar kenaikan tarif amortisasi bulanan untuk rumah dan tanah mereka, Perwakilan Navotas Tobias Tiango mengatakan Rabu.

Tiangco, sponsor usulan anggaran P2,5 miliar dari Departemen Pemukiman Manusia dan Pembangunan Kota untuk tahun 2023, memberikan tanggapan setelah ditanyai oleh Perwakilan dari daftar partai Kabataan, Raoul Manuel.

Tiangco mengatakan bahwa penerima manfaat Kadamay akan membayar amortisasi bulanan sebesar P312.65 dalam empat tahun pertama; P426.65 pada tahun kelima sampai kedelapan; dan P673.65 pada tahun kesembilan dan ke-10 sejak diberikan unit rumah pada Oktober 2020.

Tarif amortisasi bulanan mencakup biaya untuk tanah dan unit rumah serta biaya hunian dan legalisasi. Nilai total setiap rumah dan tanah di Pandi, Bulacan adalah P265,000.

“Ini adalah eskalasi standar [of monthly amortization] untuk semua proyek NHA. Tentu saja, kita harus melihat nilai uang setelah beberapa tahun. Pada tahun kelima, upah akan meningkat,” kata Tiangco.

“Kenaikan iuran tidak terjadi setiap tahun,” tambahnya.

Manuel, bagaimanapun, berpendapat bahwa kenaikan tarif tersebut akan membebani penerima manfaat di tengah kenaikan harga komoditas.

“Saya mengenali jawaban sponsor, tetapi berdasarkan kerangka [the government] menyediakan perumahan sebagai salah satu layanan sosial, kita tidak boleh tunduk pada indikator harga pasar,” kata Manuel.

“Mengapa NHA semakin membebani orang miskin [na monthly amortization] sementara kualitas hidup di dalam negeri turun dan harga barang tinggi,” tambah Manuel.

Tiangco menanggapi dengan mengatakan bahwa kenaikan itu juga akan mendanai dana bergulir NHA untuk membangun lebih banyak unit rumah subsidi pemerintah.

“NHA juga banyak proyeknya, dan mereka akan semakin terdesak untuk membangun rumah tanpa dana yang cukup. Backlog perumahan kami 36 juta. Hanya di situ, kami tidak tahu bagaimana membangunnya,” kata Tiangco.

“NHA butuh Rp36 miliar [to address backlog], tetapi subsidi pemerintah hanya sebesar P2 miliar. Itulah alasan sebenarnya, agar lebih banyak orang dapat mengambil manfaat [sa pabahay ng gobyerno]. Jika NHA selalu defisit, mereka tidak akan bisa membantu siapa pun,” tambah Tiangco. — BM, Berita GMA


Posted By : totobet