Pinay yang selamat dari penyerbuan di Seoul: Pria itu menyapu kami ke sisi lain
Uncategorized

Pinay yang selamat dari penyerbuan di Seoul: Pria itu menyapu kami ke sisi lain

“Terhanyutnya” seorang Filipina dan teman-temannya di Itaewon, Seoul, Korea Selatan Sabtu lalu bisa dianggap sebagai berkah terselubung setelah 154 orang tewas dalam penyerbuan orang-orang yang merayakan Halloween.

“Saat kita baru saja naik [sa alley], perasaan tidak lagi baik. Berjalan benar-benar bahu-membahu. Dia baru saja naik gang dan dia berjuang,” kata Kathleen Laspoña, seorang Filipina yang bekerja di Korea Selatan, dalam wawancara dengan Unang Balita, Senin ini.

“Lalu akhirnya ketika kami datang ke bagian T, saya mencoba menghubungi teman-teman saya, dan mereka mengirimi saya lokasi. Kami berakhir di sisi lain yang saya rasa adalah berkah,” tambahnya.

“Sedikit yang saya tahu itu mulai terbentuk di sana di sisi kiri. Orang-orang dan saya benar-benar melayang ke sisi lain, sisi kanan, yang jauh dari teman-teman saya,” katanya.

Laspoña memutuskan untuk mengundang teman-temannya yang baru saja melewati jalan raya.

“Saya berkata kepada pasangan saya, ‘Tidak, kita tidak bisa kembali ke sana.’ Saya bilang ayo pergi di jalan raya. Jadi kami pergi di jalan raya, seperti mobil-mobil secara harfiah pada saat yang sama. Karena saya berkata, saya merasa tidak benar tentang itu,” tambah Laspoña.

Sebanyak 154 orang dipastikan tewas dalam penyerbuan yang terjadi di gang tersebut, dan sebagian besar adalah anak muda.

Menurut pihak berwenang, 149 terluka, dan 33 dalam kondisi serius.

Perdana Menteri Korea Selatan Han Duck-soo berjanji pada hari Senin bahwa pihak berwenang akan melakukan penyelidikan menyeluruh atas insiden tersebut, menurut laporan Reuters.

‘Terlalu diblokir’

Menurut Laspoña, ada banyak orang malam itu di Itaewon.

“Sekitar 9:00, 9:20 [p.m.], saya tiba di stasiun Itaewon. Bahkan di kereta bawah tanah, sulit untuk keluar. Dia tidak mudah. Mungkin sekitar 15 sampai 20 menit. Jalan dua arah sangat macet, turun dan naik,” katanya.

Setelah keluar dari stasiun Itaewon, Laspoña dikejutkan oleh banyaknya orang.

“Saya tidak bisa membayangkan jumlah orangnya. Jauh melebihi tahun-tahun biasanya, meskipun diperkirakan akan ada banyak orang. Saya kira semua orang sangat bersemangat dengan kembalinya acara ke Itaewon,” katanya. ditambahkan.

Dia dikatakan sebagai salah satu dari mereka yang bersemangat bahwa setelah dua tahun dia bisa merayakan Halloween.

Dia mengatakan tidak ada pesta jalanan di gang tetapi toko-toko, klub dan pub memiliki berbagai acara yang penuh sesak dengan orang-orang, katanya.

Laspoña mengaku kaget saat mengetahui korban tewas mencapai 154 orang karena sesampainya di tempat teman-temannya, hanya 50 yang dilaporkan tewas.

“Ini mengerikan,” katanya.

“Tadi malam jujur ​​agak susah tidur karena seperti di film, ketika memejamkan mata ingat jenazah yang dibawa saat menyelamatkannya,” katanya.

Dia mengatakan dia memiliki mantan rekan kerja dari Uzbekistan yang masih dicari.

Menurut Departemen Pekerja Migran, tidak ada warga Filipina yang dilaporkan terluka dalam penyerbuan tersebut.

Dia mengatakan Departemen Luar Negeri masih belum menerima laporan bahwa ada warga Filipina di antara korban penyerbuan. —KG, Berita GMA

Posted By : togel hongkonģ