Pria yang diduga pemilik waralaba e-cockfighting, ditembak mati
  Ulat Filipino

Pria yang diduga pemilik waralaba e-cockfighting, ditembak mati

Seorang pria pemilik waralaba e-sabong ditembak mati di depan kondominium miliknya di Kota Mandaluyong. Korban juga merupakan petugas keamanan di Lucky 8 Star Quest, perusahaan e-sabun Atong Ang.

Menurut laporan Emil Sumangil di “24 Oras” pada hari Senin, korban diidentifikasi sebagai Kenneth Yu.

Rekaman CCTV menunjukkan Yu keluar dari mobilnya dan langsung menuju ke depan gedung kondominium. Namun sebelum sempat masuk, ia ditembak oleh pelaku yang berasal dari mobil yang diparkir di kawasan tersebut.

Ketika Yu jatuh, pria bersenjata itu mendekatinya dan menembak lagi sebelum melarikan diri dengan mobil.

Kejahatan itu terjadi pada pukul 12:30 pada 1 Mei. Sopirnya ke PNP Mandaluyong mengkonfirmasi identitas korban.

Sopir sekarang menjadi saksi tetap dalam kasus tersebut.

Menurut sopir korban, mereka dari Lipa City, Batangas dan dia membawa Yu ke rumah susun.

Sumber terpercaya dari GMA News mengatakan bahwa Yu juga menjabat sebagai petugas keamanan di Lucky 8 Star Quest, perusahaan e-sabung ayam Atong Ang.

Korban juga tampaknya memiliki waralaba e-sabun.

Atty. Raymong Fortun, salah satu pengacara Ang, mengatakan penyelidikan atas insiden tersebut sedang berlangsung.

Sementara itu, tersangka terus dicari, dan PNP Mandaluyong akan menyelidiki motif kejahatan tersebut.

Kelompok tugas investigasi khusus atau SITG-Sabungero juga melakukan penyelidikan atas kejahatan tersebut. Mereka mengaku sudah berbicara dengan kerabat korban saat jenazahnya dibawa pulang ke Kota Bayugan, Agusan del Sur.

Namun pihak keluarga Yu belum memberikan tanggapan saat diajak bekerja sama dalam penyelidikan.

Kelompok Reserse Kriminal-Kawasan Ibu Kota Nasional juga terus mengimbau siapa pun yang memiliki informasi mengenai keberadaan dua orang yang berkepentingan dalam kasus sabungeros yang hilang.

Salah satunya adalah pria yang tertangkap kamera CCTV menarik diri dari mesin ATM di Lipa City, Batangas menggunakan kartu ATM salah satu korban, Melbert Santos.

Santos adalah satu dari empat orang yang hilang pada 14 Januari setelah perampokan di Sta. Cruz, Laguna.

“Jika kita dapat mengidentifikasi orang yang mengundurkan diri, dia akan menjelaskan penyelidikan ini. Mengapa ATM korban mendatanginya, ”kata Kapolsek CIDG-NCR Kolonel Randy Glenn Silvio. – Mel Matthew Doctor/FRJ, GMA News

Posted By : togel hongkonģ