Pria yang mendapat ‘bantuan’ dari DSWD beberapa kali menggunakan nama dan ID palsu, ditangkap
  Ulat Filipino

Pria yang mendapat ‘bantuan’ dari DSWD beberapa kali menggunakan nama dan ID palsu, ditangkap

Seorang pria ditangkap di Kantor Pusat Departemen Kesejahteraan Sosial dan Pembangunan (DSWD) yang diduga memperoleh bantuan keuangan dari kantor beberapa kali dengan menggunakan nama dan dokumen palsu. Tersangka mengaku telah melalui proses yang benar.

Menurut Asisten Sekretaris DSWD untuk Proyek Khusus Romel Lopez, tersangka ditangkap dalam operasi penjebakan di Kantor Pusat mereka pada 16 September setelah menerima P3.500 dalam bantuan medis.

Ketika tersangka meminta bantuan keuangan lagi, dia kembali menunjukkan kartu identitas dan dokumen lainnya. Setelah diperiksa, ternyata ID foto tersebut telah digunakan dalam transaksi lain dengan nama yang berbeda.

“Seharusnya dia mendapat P3.500 dalam bantuan medis, saat itulah pihak berwenang menjemputnya. Tersangka tidak menolak dan dia hanya melakukannya karena kebutuhan,” kata Lopez dalam jumpa pers Senin ini.

“Tapi sama saja, itu bukan hal yang benar untuk dilakukan karena kami mengalokasikan bantuan medis untuk warga negara yang membutuhkan,” tambah pejabat itu.

“Dalam penyelidikan kami, ini adalah yang kesepuluh kalinya dia melakukan ini. Dia telah melakukannya tujuh kali di kantor lapangan NCR dan dia telah melakukannya dua kali di sini, ini yang ketiga,” kata Lopez.

Lopez juga mengatakan bahwa pihak berwenang sedang menyelidiki kemungkinan kaki tangan tersangka lainnya.

“Ini juga menjadi pengingat bagi saudara-saudara kita yang ingin berbuat bodoh, bermain-main dengan uang program pemerintah. DSWD fokus pada program-programnya, pertama-tama mempercepatnya,” kata Lopez mengingatkan.

“Akan mudah bagi rekan senegaranya untuk memanfaatkan tetapi peringatan kami kepada mereka, kami fokus pada program kami untuk memastikan bahwa itu masuk ke penerima yang dituju,” tambahnya.

“Ini adalah pembatasan yang kami lakukan, jadi tolong ingatkan mereka untuk tidak mencoba karena mereka pasti dalam masalah sekarang,” Lopez memperingatkan.

Dalam sebuah laporan oleh GMA News “24 Oras,” tersangka diidentifikasi sebagai Alexander Diaz, yang mengakui bahwa dia hanya berpikir dia melakukannya sendiri karena kebutuhan.

“Apa yang saya katakan adalah bahwa saya sedang menjalani proses. Ini tidak seperti saya melakukan sesuatu seperti yang dilakukan orang lain untuk mencuri. Saya hanya meminta sesuatu,” jelasnya.

Tersangka akan menghadapi keluhan estafa, penipuan dan pemalsuan dokumen publik, menurut Lopez. —FRJ, Berita GMA

Posted By : togel hongkonģ