Ramsay Hunt Syndrome yang Menerjang Justin Bieber, Masih Bisa Diobati?
  Ulat Filipino

Ramsay Hunt Syndrome yang Menerjang Justin Bieber, Masih Bisa Diobati?

Banyak yang kaget dan khawatir dengan penyanyi Justin Bieber setelah dia mengumumkan bahwa dia mengidap Ramsay Hunt Syndrome yang menyebabkan dia lumpuh separuh wajahnya. Apa sebenarnya penyakit ini dan apa bedanya dengan kondisi Bell’s Palsy?

Akibat Ramsay Hunt Syndrome, Justin terpaksa membatalkan beberapa jadwal konsernya di berbagai negara untuk fokus pada penyakitnya.

Karena Ramsay Hunt Syndrome, Justin tidak bisa memejamkan mata. Dia tidak bisa menggerakkan sisi lain bibirnya, bahkan hidungnya pun tidak.

Dalam program “Pinoy MD,” dokter gigi berusia 31 tahun Dr. Irene Joy Guevarra-Cesante, yang juga mengetahui bahwa dia menderita Ramsay Hunt Syndrome saat syuting pada Agustus 2020.

Seperti Justin, sisi lain wajah Irene tiba-tiba lumpuh. Awalnya dia mengira terkena stroke atau mungkin kondisi “Bell’s Palsy” pernah menimpanya.

Namun saat diperiksa ke dokter THT (Telinga Hidung & Tenggorokan), di sanalah Irene memastikan bahwa Ramsay Hunt Syndrome yang menimpanya dan bukan “Bell’s Palsy” yang juga berdampak sama pada wajah.

Ramsay Hunt Syndrome adalah penyakit yang menyerang saraf di wajah sehingga sebagian lumpuh. Dikatakan disebabkan oleh virus Varicella-zoster, atau juga disebabkan oleh penyakit cacar air atau smallpox.

“Jika Anda pernah menderita chicken fox sebelumnya, itu sebenarnya merupakan faktor risiko bagi Anda untuk memiliki Ramsay Hunt Syndrome,” Drs. Laurence Michael Vera Cruz, dokter THT.

Selain kelumpuhan wajah, mereka yang terkena Ramsay Hunt Syndrome juga mengalami ruam. Dikatakan bahwa ruam dapat tumbuh di telinga yang terkena, saluran telinga, lidah, atau langit-langit mulut.

Ada juga rasa sakit yang dirasakan di dalam, yang dalam kasus Irene dia rasakan di telinga kanannya.

Menurut “Pinoy MD,” beberapa gejala Ramsay Hunt Syndrome adalah kelumpuhan pada wajah, ruam di dalam dan sekitar telinga, nyeri dan gangguan pendengaran, serta kesulitan menutup satu mata.

Cruz menyarankan agar orang yang mengalami gejala tersebut harus segera berkonsultasi untuk mencegah kelumpuhan dan mencegahnya bertambah parah.

Menurut Cruz, kemungkinan besar pasien akan sembuh jika terdiagnosis segera beberapa hari setelah merasakan gejalanya.

Tetapi jika dibutuhkan lebih dari tujuh hari sebelum dokter mendiagnosis, dokter mengatakan risiko kelumpuhan total meningkat hingga 50 persen.

Dalam kasus Irene, ia langsung didiagnosis dan dirawat sehingga sembuh dari kelumpuhan di sebagian wajahnya. Namun, pendengarannya di telinga yang terkena lebih terganggu.

Tapi apa sebenarnya perbedaan antara Ramsay Hunt Syndrome dan Bell’s Palsy yang dialami Angelu de Leon saat itu? Simak video diskusi selengkapnya. –FRJ, Berita GMA

Posted By : togel hongkonģ