Refleksi: Yesus tidak akan meninggalkan ‘domba’ mendengarkan Dia
  Ulat Filipino

Refleksi: Yesus tidak akan meninggalkan ‘domba’ mendengarkan Dia

Kita harus mendengarkan suara Tuhan Yesus Kristus (Yohanes 10:27-30). “Domba-domba-Ku mendengarkan Aku. Aku mengenal mereka dan mereka mengikut Aku. ” (Yohanes 10:27)

Dunia yang kita tinggali ini SANGAT BISING. Jadi terkadang kita tidak tahu harus mendengarkan siapa. Kami memiliki keyakinannya, kami memiliki penjelasannya tentang keyakinan kami.

Maka, tidak heran, alih-alih menjadi jelas, keyakinan dan keyakinan yang berbeda menjadi semakin kabur dan saling bertentangan.

Kita menjadi semakin bingung karena tidak bisa lagi memikirkan “suara” siapa yang harus benar-benar kita dengarkan. Kita tidak lagi tahu siapa yang mengatakan benar dan siapa yang mengatakan salah.

Jadi sebagian dari kita lebih banyak jatuh ke dalam dosa daripada menghindari atau keluar darinya. Karena suara yang mereka dengar salah.

Sudah terlambat ketika mereka menyadari bahwa suara yang mereka dengar akan menghancurkan mereka dan menghancurkan hidup mereka. Beberapa menjadi kecanduan kebiasaan buruk karena tekanan dari rekan-rekan mereka.

Wanita hancur dan masa depan mereka hancur karena kata manis yang mereka dengar. Ada orang-orang percaya yang tidak menyadari bahwa ajaran yang akan mereka dengar dari pemimpin mereka bertentangan dengan ajaran Tuhan yang benar.

Hanya terkadang, kita mendengar suara-suara yang menipu dan akan membawa kita pada bencana.

Dalam Injil kita (Yohanes 10:27-30), kita diingatkan akan suara terpenting yang harus kita dengarkan. Itu adalah suara Yesus sendiri. Seperti Gembala yang baik yang domba-dombanya mendengarkan.

Yesus berkata dalam Injil bahwa domba-domba mengenali suara-Nya dan mengikuti apa yang Dia katakan. Dan Dia memberikan hidup yang kekal kepada mereka yang mendengarkan Dia. (Yohanes 10:28)

Itu hanya berarti bahwa domba-domba itu percaya pada suara-Nya. Mereka tidak mendengarkan suara lain selain suara Kristus saja. Bukti bahwa domba percaya Yesus sebagai Gembala yang baik.

Injil mengajak kita untuk mendengarkan suara Tuhan Yesus seperti domba-domba yang mengikut Dia agar kita tidak disesatkan dan disesatkan ke dalam kebinasaan.

Jika kita mendengarkan suara lain dan bukan suara Tuhan Yesus sendiri, kita tidak akan diselamatkan dan memperoleh hidup yang kekal.

Kita juga perlu memeriksa dengan seksama apakah suara atau ajaran yang kita dengarkan itu benar? Karena mungkin Gembala yang jahat dan bukan Yesus yang berbicara, dan kita akan dibawa ke kehancuran.

Ada baiknya kita merenungkan bahwa Yesus Kristus adalah Gembala yang baik yang siap membimbing dan membela kita dari godaan dosa.

Kita tidak dapat mencapai keselamatan kita jika kita tidak mendengarkan suara Gembala yang baik. Ketika kita menuruti dan mendengarkan suara-suara dosa, kemarahan, kebencian, iri hati dan keserakahan, kita mungkin sudah tahu kemana kita akan pergi ketika Hari Penghakiman tiba. AMIN.

–FRJ, Berita GMA

Posted By : togel hongkonģ