Renungan: Marilah kita menjadi alat kasih Tuhan
  Ulat Filipino

Renungan: Marilah kita menjadi alat kasih Tuhan

Marilah kita menabur kasih bagi sesama kita seperti yang Yesus katakan (Yohanes 15:12-17): “Inilah perintah-Ku, yaitu supaya kamu saling mengasihi seperti Aku telah mengasihi kamu.” (Yohanes 15:12).

Mungkin kita PERLU memiliki sesuatu sebelum kita bisa memberi. Misalnya, bagaimana Anda memberi dan mendistribusikan makanan ketika Anda tidak punya makanan sama sekali?

Bagaimana Anda memberi dan membagikan pakaian ketika Anda sendiri tidak punya apa-apa untuk dipakai? Kita tidak bisa memberi jika kita sendiri kekurangan. Sangat tidak mungkin kita memberi jika tidak ada yang bisa memeras kita.

Sebagai contoh dalam bidang cinta, bagaimana kita bisa mencintai dan menyayangi sesama kita jika kita tidak tahu apa arti “cinta”.

Bagaimana kamu bisa mencintai seseorang jika hatimu tidak merasakan cinta. Anda bahkan mungkin tidak mencintai diri sendiri.

Anda benar-benar tidak dapat memberikan sesuatu yang Anda sendiri tidak miliki. Kita tidak dapat berbagi kasih dengan sesama kita jika Anda sendiri tidak tahu bagaimana caranya mengasihi. Tapi bagaimana bisa?

Kita tidak dapat memahami pesan Tuhan Yesus Kristus dalam Injil (Yohanes 15:12-17), jika kita tidak mengetahui arti kata kasih. Seperti yang Dia katakan kepada Murid-murid-Nya.

Jika Anda ingin memahami arti sebenarnya dari “cinta” Anda harus mulai dengan membaca Alkitab. Karena di sini Anda dapat memahami bagaimana kasih yang Yesus maksudkan dimulai.

Kasih Tuhan Allah untuk semua ciptaan-Nya dimulai ketika Dia menciptakan manusia dan segala sesuatu yang kita lihat di bumi ini. (Kejadian 1:31 dan Kej 2:25).

Sampai Dia mengutus Anak-Nya yang tunggal Yesus Kristus untuk menyelamatkan dan menebus kita dari dosa-dosa kita yang kita baca dalam Surat St. Yohanes.

Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal (Yesus), agar setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal. Sebaliknya memiliki hidup yang kekal”. (Yohanes 3:16)

Pertama-tama kita harus mengenal Yesus secara menyeluruh jika kita ingin memahami arti cinta. Kita harus terlebih dahulu mengundang Dia ke dalam hidup kita jika kita ingin merasakan bagaimana mengasihi seperti Kristus mengasihi kita semua. Benar atau tidak, berdosa atau suci.

Karena kata-kata yang menunjukkan kasih-Nya yang besar kepada kita keluar dari mulut Tuhan Yesus sendiri. Inilah ketika Dia berkata: “Tidak ada cinta yang lebih besar dari cinta seorang pria yang menyerahkan nyawanya untuk teman-temannya”. (Yohanes 15:13)

Kita tidak perlu melampaui kasih yang ditunjukkan oleh Tuhan Yesus kepada kita semua melalui penyaliban dan kematian di kayu Salib. Apa yang harus kita lakukan untuk Yesus sangatlah sederhana.

1. Berpaling dari segala dosa kita, 2. Menyerahkan hidup kita kepada Yesus Kristus dan menerima Dia sebagai Tuhan dan Juruselamat, 3. Memiliki iman yang dalam dan abadi kepada-Nya, dan 4. Berbagi kasih dan kepedulian terhadap sesama.

Injil mengundang kita untuk mulai mengembangkan kasih dengan diri kita sendiri. Begitulah kasih Yesus Kristus bagi kita semua.

Ada begitu banyak masalah yang dihadapi dunia kita, begitu banyak yang kacau, begitu banyak yang menderita. Hanya cinta yang bisa mengikat kita bersama.

Jangan biarkan cinta dan perhatian kita dikuasai oleh kemarahan dan keegoisan. Semoga kita menjadi alat kasih Yesus dan Tuhan bagi sesama kita. AMIN.

–FRJ, Berita GMA

Posted By : togel hongkonģ