Solon Makabayan Selidiki Kematian Anak, Petani Dalam Dugaan Operasi AFP di Batangas GMA News Online
Regions

Solon Makabayan Selidiki Kematian Anak, Petani Dalam Dugaan Operasi AFP di Batangas GMA News Online

Anggota parlemen blok Makabayan telah menyerukan penyelidikan atas kematian seorang anak dan seorang petani setelah dugaan operasi militer Filipina di Batangas.

Perwakilan Arlene Brosas dari Gabriela, Prancis Castro dari Aliansi Guru Peduli dan Raoul Manuel dari Kabataan mengatakan keadaan seputar kematian Kyllene Casao yang berusia sembilan tahun dan Maximino Digno yang berusia 52 tahun dilaporkan di Taysan, Batangas harus dilihat ke dalam.

“Adalah tugas anggota Kongres, sebagai wakil rakyat, untuk membela hak-hak rakyat dan menyelidiki pelanggaran hak asasi manusia. Oleh karena itu, harus menyelidiki pembunuhan dan pelanggaran hak asasi manusia yang berat, terutama pada sektor-sektor yang terpinggirkan dan kurang terwakili di masyarakat,” kata Solons Makabayan dalam pengajuan Resolusi DPR No. 125.

Anggota parlemen menuduh bahwa Casao ditembak di kepala dan dibunuh oleh Batalyon Infanteri (IB) ke-59 saat merawat hewan ternaknya bersama ayah dan saudara laki-lakinya. Digno, yang mengalami gangguan jiwa, juga ditembak oleh kelompok yang sama setelah ia pergi memanen kelapa.

Mengutip temuan tim misi kemanusiaan Karapatan Selatan Tagalog dan Tanggol Batangas, mereka mengklaim IB ke-59 telah dikaitkan dengan pelecehan dan ancaman terhadap penduduk di provinsi tersebut.

GMA News Online telah menghubungi juru bicara Departemen Pertahanan Nasional dan Angkatan Bersenjata Filipina yang belum memberikan tanggapan hingga saat ini.—LDF, Berita GMA


Posted By : totobet