Sopir dalam kecelakaan bus Bataan fatal yang melibatkan guru dibebaskan dari tahanan –polisi
Uncategorized

Sopir dalam kecelakaan bus Bataan fatal yang melibatkan guru dibebaskan dari tahanan –polisi

Sopir bus yang jatuh dari tebing di Bataan pada hari Sabtu yang mengakibatkan kematian seorang guru sekolah umum dibebaskan dari tahanan, kata polisi.

Orani, Kepala Polisi Bataan Mayor Polisi Larry Valencia mengatakan pada hari Minggu bahwa keluarga korban, yang diidentifikasi sebagai guru SD Payatas B berusia 34 tahun Janice Pontillas, berbicara dengan pengemudi dan mereka memutuskan bahwa mereka akan membahas masalah ini lebih lanjut.

Pengemudi itu ditahan di Kantor Polisi Orani untuk diinterogasi, menurut Kantor Divisi Sekolah (SDO) Departemen Pendidikan (DepEd) Kota Quezon, Sabtu.

“Kemarin perwakilan DepEd Quezon City dan keluarga yaitu saudara perempuan Bu Janice ada di sini dan mereka berbicara dan memberi tahu PNP bahwa mereka tidak akan mengajukan kasus dan sebaliknya, ketika suami kembali ke rumah pada hari Selasa mari kita bicarakan kecelakaan itu,” kata Valencia dalam sebuah wawancara di Super Radyo dzBB.

(Kemarin, perwakilan DepEd Quezon City dan keluarga korban datang untuk berbicara dan mereka memberi tahu PNP bahwa mereka belum akan mengajukan kasus. Sebaliknya, ketika suami korban kembali ke rumah pada hari Selasa, mereka akan berbicara tentang apa yang terjadi di kecelakaan.)

“Suami memutuskan untuk melepaskan pengemudi terlebih dahulu. Mereka berbicara melalui online dan menjelaskan … mengenai kecelakaan itu,” tambahnya.

(Suami korban memutuskan untuk membebaskan pengemudi. Mereka berbicara online tentang kecelakaan itu.)

Kecelakaan itu terjadi sekitar pukul 11:30 pada hari Sabtu, 4 November, ketika bus DepEd Quezon City yang membawa 48 penumpang, pengemudi dan seorang pengemudi alternatif, melintasi tikungan yang sangat tajam, kehilangan rem dan terjun ke jurang sepanjang 15 meter. .”

Para penumpang tersebut adalah para guru SD dan SMP Negeri Quezon City yang berangkat dari Sinagtala Resort di Orani, Bataan untuk mengikuti kegiatan Gender and Development.

“Ada kerusakan mekanis. Bus yang mereka tumpangi kehilangan rem sehingga pengemudi kehilangan kendali dan jatuh ke jurang,” kata Valencia.

(Ada kerusakan mekanis. Bus yang mereka tumpangi kehilangan rem, dan itulah sebabnya pengemudi kehilangan kendali dan bus jatuh ke jurang.)

Valencia menambahkan bahwa daerah di mana bus itu jatuh tidak rawan kecelakaan dan, mengutip pernyataan para penumpang, pengemudi mengemudi dengan kecepatan biasa.

“Mungkin hanya kebetulan bus kehilangan rem di area itu,” tambah Valencia.

(Mungkin kebetulan bus kehilangan rem di daerah itu.)

SDO mengatakan Pontillas dinyatakan meninggal saat tiba di Rumah Sakit Distrik Orani.

Delapan belas penumpang lainnya terluka dalam kecelakaan itu.

Pemerintah Kota Quezon dan SDO berjanji untuk menanggung semua biaya pengobatan penumpang yang terluka, serta bantuan keuangan untuk almarhum. — DVM, Berita Terintegrasi GMA


Posted By : totobet