Tingkat vax 80%, di bawah 1 angka reproduksi menunjukkan kekebalan kelompok —OCTA GMA News Online
Nation

Tingkat vax 80%, di bawah 1 angka reproduksi menunjukkan kekebalan kelompok —OCTA GMA News Online

Rekan kelompok Riset OCTA Independen Dr. Guido David pada hari Rabu mengatakan suatu daerah harus memiliki setidaknya 80% populasi yang divaksinasi dan nomor reproduksi di bawah 1 untuk dianggap telah mencapai kekebalan kelompok dari COVID-19.

David mengatakan kepada GMA News Online bahwa hanya ada satu formula dalam menilai kekebalan kelompok yang didasarkan pada tingkat vaksinasi dan jumlah reproduksi.

“Berdasarkan angka reproduksi, pero yang dibutuhkan yung minimal kadar natin untuk mencapai herd immunity harus sekitar 80% tingkat vaksinasi berdasarkan angka reproduksi,” katanya dalam wawancara.

[Based on our reproduction number — below 1 — our minimum vaccination rate should be 80% to achieve herd immunity.]

“Kailangan di bawah 1 ang nomor reproduksi. Kung hindi di bawah 1, maka hindi pa na mencapai herd immunity (Angka reproduksi harus di bawah 1. Jika tidak di bawah 1, herd immunity belum tercapai)” tambahnya.

Namun, David mencatat bahwa ada beberapa faktor tambahan yang dapat dipertimbangkan tentang kekebalan kelompok seperti kemanjuran merek vaksin.

Dia mengatakan formula tersebut mengasumsikan vaksin memiliki khasiat 100%. Dia menunjukkan bahwa menilai kekebalan kelompok akan sulit bagi populasi yang menggunakan merek campuran karena memiliki tingkat kemanjuran yang berbeda.

Daerah yang memiliki herd immunity memiliki tingkat perlindungan yang tinggi dari lonjakan kasus COVID-19. Namun, dia mengingatkan masyarakat bahwa peluang terjadinya lonjakan masih kecil.

Anak-anak juga akan lebih terlindungi di sekitar orang dewasa yang divaksinasi di daerah dengan kekebalan kelompok.

Ditanya tentang pekerja dari daerah dengan populasi vaksinasi rendah yang bepergian ke tempat-tempat dengan kekebalan kelompok, David mengatakan bahwa masih “tidak mungkin” bagi seorang pekerja untuk membawa penyakit karena cakupan vaksin yang tinggi.

Menurutnya, pekerja lebih rentan di daerah yang cakupan vaksinnya rendah.

Pada hari Selasa, Departemen Dalam Negeri dan Pemerintah Daerah (DILG) mengatakan telah mencatat 23 kota yang sangat urban, sebagian besar di Metro Manila, yang telah mencapai kekebalan kelompok terhadap COVID-19.

“Sebanyak 23 kota sudah mencapai 70% dan sudah divaksin lengkap. Jadi artinya… kekebalan kawanan telah tercapai pada populasi sasaran,” kata Sekretaris DILG Eduardo Año dalam laporannya kepada Presiden Rodrigo Duterte yang disiarkan Selasa.

(Dua puluh tiga kota telah sepenuhnya memvaksinasi 70% atau lebih dari populasi target mereka. Ini berarti populasi target mereka telah mencapai kekebalan kelompok.)

David mengatakan dia tidak mengetahui apakah lembaga pemerintah menggunakan formula yang sama untuk kekebalan kelompok.

Dalam sebuah wawancara di Balitanghali, direktur Yayasan Vaksinasi Filipina Dr. Lulu Bravo juga mengatakan bahwa lebih dari 80% populasi harus divaksinasi terhadap penyakit tersebut atau telah dites positif COVID-19 sekali untuk suatu daerah dianggap memiliki kekebalan kelompok. .

Dia juga mengatakan bahwa tidak ada bukti bahwa “kekebalan kelompok yang didapat” akan efektif melawan varian Omicron.

“Bahkan untuk herd immunity, itu khusus untuk penyakit yang sedang menyebar,” kata Bravo. “Eh, yang kita sebut varian, kita tidak yakin varian yang akan datang akan mampu melawan herd immunity yang kita dapatkan sebelumnya.”

[Even for the herd immunity, it’s specific to the virus currently prevailing. We are not sure if our herd immunity can fight against this variant that is coming.]—LBG/BM, Berita GMA


Posted By : data pengeluaran hk