Tubuh lumba-lumba yang terpotong-potong, ditemukan di dasar laut di Batangas
Uncategorized

Tubuh lumba-lumba yang terpotong-potong, ditemukan di dasar laut di Batangas

Seorang penyelam menemukan potongan tubuh lumba-lumba dan marlin biru di bawah laut di San Juan, Batangas. Penyelam itu mengatakan dia bahkan mendengar ledakan di bawah laut.

Dalam sebuah laporan oleh Andrew Bernardo di GMA TV Regional Balitang Southern Tagalog Selasa ini, dikatakan bahwa itu bisa dianggap sebagai mimpi buruk bagi Penn De Los Santos yang berusia 55 tahun ketika dia melihat bagian tubuh lumba-lumba dan ikan marlin biru pada bulan Oktober. 27.

“Sedih tentunya. Saya hampir menangis mendengar kisah lumba-lumba ini. Saya suka lumba-lumba. Saya hampir menangis. Dia tidak mudah pergi. Anda melihat potongan-potongan lumba-lumba seperti ini. Paus dipotong-potong seperti ini, berat di jantung,” kata De Los Santos.

Menurut penyelam, dia bahkan membawa bagian tubuh lumba-lumba dan berdasarkan darah yang ditemukan di bagian tubuh itu, sepertinya kejadian itu baru terjadi.

Selain penampakan blue marlin dan lumba-lumba, Penn juga diduga mendengar ledakan di bawah laut.

“Rupanya, dia juga mendengar ledakan dinamit. Saat aku turun aku mendengar sesuatu. Saya tidak langsung mengira itu dinamit,” katanya.

De Los Santos memposting foto dan acara di media sosial. Hal tersebut menuai reaksi berbeda dari warganet.

“Yang saya inginkan terjadi di sini adalah agar banyak orang lebih sadar bahwa kita memiliki harta yang tidak boleh disembelih seperti ini,” tambahnya.

Berdasarkan RA 8550 dan RA 10654, undang-undang tersebut secara tegas melarang perburuan dan pembunuhan mamalia yang terancam punah seperti lumba-lumba.

“Yang menangkapnya pasti pencurinya, saya tidak bisa menunjukkan siapa itu. Ini hanya kasus yang terisolasi, saya ingin itu tidak terjadi lagi, tidak peduli dari mana asalnya atau siapa pun yang melakukannya,” kata kepala Bantay-dagat San Juan Bhong Alasas.

Penjaga Pantai mengakui bahwa insiden itu bisa berdampak negatif pada pariwisata San Juan.

“Itu trending, itu salah satu hal yang akan menghancurkan pariwisata kita. Anda tahu spesies yang terancam punah itu, karena itu salah satu hal yang mendorong pariwisata, terutama ketika mereka mendekati daerah pantai, terutama ketika mereka mendekati daerah pantai, terutama jenis lumba-lumba, itu, jika itu terjadi lagi, implikasinya bagi pariwisata sangat tidak baik,” kata Alasas.

Sementara itu, Coast Guard tidak menampik adanya illegal fishing di laut. Namun dengan tegas dibantah bahwa itu ditutupi oleh San Juan.

“Saya menyerukan kepada LGU, khususnya Departemen Pertanian, mengenai penangkapan ikan dinamit di daerah yang lebih dari 15 km ke atas, Nasional dapat mendukung kami dengan peralatan apa yang dapat kami gunakan untuk menghancurkan penangkapan ikan dinamit itu,” katanya oleh Alasas.

Sementara itu, De Los Santos berharap apa yang terjadi tidak terulang lagi demi alam.

Bantay-dagat, di sisi lain, meyakinkan bahwa pemantauan lautan mereka akan diintensifkan untuk melindungi spesies yang terancam punah.

TV Regional GMA Balitang Tagalog Selatan masih berusaha mendapatkan pernyataan dari walikota dan petugas pariwisata San Juan. —Mel Matthew Doctor/NB, GMA News

Posted By : togel hongkonģ