Wanita di Caloocan yang mengenakan celana pendek dan berjalan di jalan, ditangkap oleh polisi
  Ulat Filipino

Wanita di Caloocan yang mengenakan celana pendek dan berjalan di jalan, ditangkap oleh polisi

Seorang wanita di Caloocan City ditangkap oleh polisi tetapi belum didenda karena diduga berjalan di jalan mengenakan celana pendek, yang dikatakan melanggar peraturan kota.

Dalam sebuah laporan oleh Jun Veneracion di GMA News “24 Oras” pada hari Rabu, dikatakan di media sosial bahwa wanita yang bersembunyi dengan nama “Carmina” merilis sebuah opini.

Menurut Carmina, dia meninggalkan rumah dan hendak mengantarkan produk itu ketika polisi dan tiket dicap padanya.

Tilang itu hanya teguran dan belum ada denda karena baru pelanggaran pertama perempuan itu.

“Saya pikir tentang topeng dia mendekati saya karena saya memegang topeng saya saat itu. Dia mengatakan bahwa celana pendek itu seharusnya menjadi tiket untukku. Lalu saya bilang bagaimana pak saya tidak tahu kalau celana pendek itu dilarang,” kata Carmina.

“Hampir semua pendek banget eh, orang-orang tua di sana bilang kok kita juga pendek, nanti juga kejar kita nanti,” imbuhnya.

Walikota Caloocan Oscar Malapitan mengatakan dia akan menyelidiki insiden tersebut.

Berdasarkan peraturan kota yang disahkan pada tahun 2007, kota telah menetapkan “aturan berpakaian di tempat umum”, yang mengharuskan masyarakat untuk mengenakan pakaian yang pantas di tempat umum.

Ketentuan tersebut antara lain mengatur pedagang pasar bahwa dilarang telanjang, dan memakai celana pendek, kemeja atau pakaian tanpa lengan atau robek.

Menurut profesor hukum Universitas Filipina (UP) Atty. Rowena Daroy-Morales, ada banyak “lubang” dalam peraturan seperti itu.

Termasuk tidak adanya definisi yang jelas tentang pakaian apa yang benar atau dapat diterima yang harus dipakai oleh masyarakat.

Akibatnya, legalitas perda tersebut bisa dipertanyakan.

“Setiap undang-undang dan peraturan adalah undang-undang, dianggap konstitusional kecuali dipertanyakan. Jadi pengadilan yang akan mengatakan itu melawan hukum atau tidak melanggar hukum,” ani Daroy-Morales.

“Ordonansi berlaku sampai diserang atas dasar konstitusionalitas,” patuloy niya.–FRJ, Berita GMA

Posted By : togel hongkonģ